Laman

Selasa, 09 Februari 2016

 Membuat PCB dengan EAGLE

Kali ini saya akan bahas mengenai routing pcb dengan menggunakan Eagle Cad Software. Software eagle adalah software cad paling umum digunakan kalangan pelajar, karena ada license yg bisa dibeli murah jika status masih pelajar/mahasiswa. Tapi "jamu" buat software ini banyak jadi silahkan ubek-ubek aja dunia maya(not Recommended)


1. Membuat Schematic Baru
Buatlah Nama project yg dikehendaki dilanjutkan dengan membuat schematic sesuai gambar berikut:



setelah itu akan muncul windows baru / worksheet tempat kita menggambar schematic


2. Menyusun Schematic diatas Editor

Langkah pertama adalah dengan memilih komponen yg digunakan melalui tombol "ADD" . Jika ada komponen yg digunakan sejenis dan berulang, hanya diperlukan pemilihan sekali saja selanjutnya bisa dicopy paste di editornya


contoh diatas jika kita ingin memilih komponen IC CMOS 4017


contoh diatas jika ingin menambah simbol supply GROUND

setelah semua komponen diletakkan di editor maka dilanjutkan dengan menghubungkan kaki-kaki komponen sesuai dengan keinginan. Toolbar sebelah kiri sangat membantu dalam pengaturan schematic, seperti ilustrasi berikut ini


klik gambar untuk memperbesar


beberapa komponen tidak mencantumkan kaki-kaki yg umum seperti VCC & GND (tapi di pcb ada) , kadang ini akan membuat bingung...jangan khawatir kita "INVOKE" saja melalui toolbar sesuai gambar berikut



3. Routing PCB

Setelah semua schematic disusun sesuai keinginan, lanjutkan menuju ke PCB routing dengan perintah File==>Switch to Board

Mulanya akan muncul PCB dengan kabel semrawut dan tanpa grid/kotak seperti gambar dibawah. Pindahkan semua komponen dengan :toolbal move + toolbar select + drag mouse ke semua komponen + klik kanan + Move group, ke dalam kotak PCB layout



Setelah itu susun komponen sesuai keinginan dan selanjutnya bisa membuat layout PCB secara AUTO dengan memilih tombol auto route dan memilih jumlah layer pcb yg diinginkan


klik untuk memperbesar


jika ingin kembali ke mode awal sebelum di routing maka tinggal ikuti urutan ...pilih ripup + pilih select + drag mouse ke komponen + klik kanan + pilih ripup group



4. Routing Manual

Terkadang routing auto akan menghasilkan routing yg aneh2 dan ga masuk akal. Untuk itu perlu dilakukan routing manual. Toolbar yg penting adalah "ROUTE", "RIPUP" , "VIA" dan "RATSNET" sesuai gambar dibawah . Untuk meroutingkan PCB klik toolbar ROUTE dan klik antara kaki komponen yg akan di sambung. Ukuran routing dapat dipilih di toolbar sebelah atas ( "width"). Jika routing manual tidak memungkinkan maka jurus VIA / Jumper dapat membantu dengan membuat "AIRWAYS" yg nantinya akan disolder dengan kabel pada bagian atas PCB


klik untuk memperbesar


untuk mempercantik PCB dan menghemat waktu "ETCHING", maka daerah2 yg kosong perlu diberikan suatu gambar polygon. Pada umumnya polygon juga mewakili sinyal yg common/dipake berulang di PCB, umumnya sih untuk menghubungkan semua sinyal ground. Untuk membuatnya gampang saja, dengan menggambar polygon disekitar komponen dan menamakannya dengan nama signal yg akan disambungkan. jika tidak diberi nama maka polygon akan berdiri sendiri.



dan ketika tombol RATSNET ditekan maka PCB akan menjadi terhubung seperti ini



tetapi permasalahannya antara polygon dan routing terlalu mepet...jangan khawatir, kita atur saja jarak antar routing melalui "DRC RULES"



setting DRC ini dapat disimpan dan dipanggil pada desain PCB selanjutnya



5. PrintOut PCB

Setelah PCB layout selesai, dilanjutkan dengan printing layout ke atas kertas , plastik transparansi, glossy dsb. Layer yg dipilih hanya BOTTOM, PADS, dan VIA



selanjutnya lakukan printing secara mirror (untuk cara setrika) atau disesuaikan dengan kebutuhan




SELAMAT MENCOBA.................

Kamis, 04 Februari 2016

 Dokumentasi

Daftar Setelan Kerengangan Klep Matik, Sesuai Anjuran Pabrik


Daftar Setelan Kerengangan Klep Matik, Sesuai Anjuran Pabrik

Kerenggangan klep adalah celah yang terjadi antara rocker arm dan ujung batang klep. Setiap engine, bisa diciptakan dengan celah yang berbeda-beda sseuai setingan, agar mesin bekerja secara maksimal.

Kerengganan ini, bisa juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan performa mesin. Kali ini, coba dibahas celah kerenggangan klep ditiap skubek.

“Celah ini sangat penting, makanya pabrikan memberikan rentang ukuran yang sudah distandarkan sesuai spek engine. Bila mesin masih standar, diharapkan mengikuti anjuran pabrik. Bila tidak, banyak pengaruh buruk yang akan timbul,” kata Titut Winarto, Chief mekanik dari dealer resmi Honda Wahana Artha.

Bila celah terlalu rapat, mesin cepat panas dan akselarasi kurang alias lemot. Saat setingan klep dipaksa renggang, timbul suara nyaring akibat benturan yang tidak normal antara ujung batang klep dan rocker arm di daerah mesin. Bila ingin seting kerenggangan klep, baiknya gunakan fuller gauge. “Jangan pakai feeling atau kira-kira. Karena satuan yang digunakan adalah milimeter,” tambahnya.

Selain timbul suara nyaring macam knocking dan performa menurun, ketidak cocokan setingan klep in dan ex bisa mempercepat masa pakai part tersebut. “Saat seting kerenggangan klep, kondisi mesin harus dalam keadaan dingin,” saran Muhammad Abidin, General Manager Service and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). (motorplus-online.com)SUZUKI
Suzuki Skywave

In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Skydrive
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Hayate
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Nex
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Nex Fi
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Spin
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm


HONDA
Honda Vario 110
In 0,16 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,25 mm -/+ 0,02 mm

Honda Vario Techno
In 0,16 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,25 mm -/+ 0,02 mm

Honda Vario 125 PGM-Fi
In 0,16 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,25 mm -/+ 0,02 mm

Honda Scoopy
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda Scoppy PGM-Fi
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda BeAT Fi
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda BeAT
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda PCX 125
In 0,10 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,24 mm -/+ 0,02 mm

Honda PCX 150
In 0,10 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,24 mm -/+ 0,02 mm


YAMAHA
Yamaha Nouvo
In 0,08 mm – 0,12 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Nouvo Z
In 0,06 mm – 0,10 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Mio
In 0,06 mm – 010 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Mio Sporty & Mio Soul
In 0,06 mm – 010 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Mio J & Mio GT
In 0,08 mm – 0,12 mm
Ex 0,09 mm – 0,13 mm

Yamaha Xeon & Xeon RC
In 0,08 mm – 0,12 mm
Ex 0,16 mm – 0,20 mm

Yamaha Fino
In 0,06 mm – 0,10 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm